Menebar benih bawal air tawar (Colossoma macropomum) bukan sekadar menuang kantong ke kolam. Kesalahan pada tahap ini menyebabkan stres, shock suhu, hingga kematian massal dalam 24 jam pertama. Padahal, sintasan (survival rate) benih ukuran 5–8 cm sangat ditentukan oleh cara aklimatisasi dan kepadatan tebar.
Aklimatisasi: Kunci Sintasan 90 Persen
Benih bawal yang baru tiba dari hatchery mengalami perbedaan suhu, pH, dan salinitas. Lakukan langkah berikut secara berurutan:
- Apungkan kantong benih di permukaan kolam selama 15–20 menit agar suhu menyamai air kolam (floating method).
- Buka kantong, tambahkan air kolam sedikit demi sedikit (1:4 volume) setiap 5 menit, ulangi 3–4 kali.
- Setelah 30 menit, tuang benih perlahan tanpa menjatuhkannya dari ketinggian.
Jika suhu kolam 28–30°C, benih bawal langsung aktif. Hindari menebar saat terik siang hari; lakukan pagi (06.00–08.00) atau sore (16.00–17.30).
Kepadatan Tebar dan Kualitas Air
Bawal bersifat aktif dan rakus, sehingga kepadatan berlebih memicu kanibalisme serta oksigen rendah. Untuk kolam tanah 100 m² dengan kedalaman 1,2–1,5 m, tebar 500–800 ekor benih ukuran 5–8 cm (setara 5–8 ekor/m²). Jika pakai aerator tambahan, kepadatan bisa dinaikkan hingga 10 ekor/m².
- pH air ideal: 6,5–7,5.
- Oksigen terlarut minimal 4 mg/L.
- Suhu optimal 27–30°C.
- Amonia (NH₃) di bawah 0,1 mg/L.
Sebelum tebar, beri pakan starter berupa pelet halus (crumble) 2 mm dengan kandungan protein 28–32% sebanyak 3% bobot biomassa per hari, dibagi dua kali pemberian.
Manajemen 7 Hari Pertama
Minggu pertama adalah masa kritis. Lakukan pemantauan berikut:
- Hari ke-1: benih belum diberi pakan, biarkan menyesuaikan diri.
- Hari ke-2 hingga ke-3: beri pakan 1% bobot biomassa, amati nafsu makan.
- Hari ke-4 hingga ke-7: naikkan pakan bertahap ke 3%, cek kematian setiap pagi dengan serokan.
Jika ada benih yang mengapung lemas atau berenang miring, segera kurangi pakan dan tambah aerasi. Jangan lakukan penangkaran atau sortir pada minggu pertama.
Kesimpulan
Menebar benih bawal untuk sintasan tinggi membutuhkan aklimatisasi bertahap, kepadatan tebar maksimal 8 ekor/m² pada kolam standar, dan perhatian ketat selama tujuh hari pertama. Dengan suhu 28–30°C, pH 6,5–7,5, serta pakan protein 28–32%, angka kelulusan hidup bisa mencapai 85–90%. Musuh terbesar bukan penyakit, melainkan stres mekanis saat tebar dan lonjakan amonia akibat pakan berlebih.